Kampung Berseri Astra (KBA) Lengkong Kulon, terletak di Kampung Sawah, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, adalah contoh harmonis dari pemukiman asri yang berdampingan dengan perumahan modern. Nama "Kampung Sawah" berasal dari masa lalu ketika akses menuju kampung ini harus melewati hamparan persawahan. Meskipun pandemi Covid-19 membatasi aktivitas, warga tetap menunjukkan kreativitas dan semangat gotong royong. Mereka bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan menghasilkan berbagai produk yang bermanfaat, mencerminkan kekayaan komunitas dan inovasi di tengah masa sulit.
Dengan total 570 kepala keluarga yang menghuni kampung ini, KBA Lengkong Kulon menjadi simbol integrasi antara tradisi dan modernitas, sekaligus inspirasi tentang bagaimana komunitas dapat berkolaborasi dalam menciptakan kehidupan yang lebih baik dan berkelanjutan.
Program Kampung Berseri Astra (KBA) adalah bagian dari inisiatif CSR PT Astra International Tbk untuk memberdayakan masyarakat di perkampungan dengan mengusung empat pilar utama: Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, dan Kewirausahaan. Diluncurkan pada tahun 2013, program ini bertujuan untuk membangun desa yang mandiri dan produktif, sejalan dengan misi Catur Dharma Astra yang pertama: menjadi usaha yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.
Contoh penerapannya terlihat di Kampung Sawah, Lengkong Kulon, Pagedangan. Saat diperkenalkan pada 2016, warga seperti Ibu Yuli aktif terlibat dalam implementasi program, yang menekankan kegiatan "sederhana" namun "dibutuhkan warga" untuk memberikan manfaat nyata dan mudah direalisasikan. Astra juga memberikan pelatihan dan pendampingan agar setiap pilar dapat diterapkan dengan efektif di komunitas tersebut.
Melalui program ini, Astra berkomitmen membangun komunitas yang lebih baik dengan melibatkan partisipasi aktif warga, sehingga terwujud lingkungan desa yang berdaya dan sejahtera.
Empat Pilar Kegiatan
Tantangan dari Astra untuk menerapkan empat pilar pemberdayaan kampung berhasil dilakukan warga Kampung Sawah dengan Ibu Yuli sebagai penggeraknya. Saat ini Kampung Sawah Lengkong Kulon Pagedangan mendapat julukan Kampung Berseri Astra setelah masuk menjadi nominasi SATU Indonesia Award 2021. Adapun empat pilar yang berhasil diterapkan kegiatannya di Kampung Sawah Lengkong Kulon Pagedangan meliputi;
Berikut adalah penjabaran lebih detail dari empat pilar kegiatan di Kampung Berseri Astra (KBA) Kampung Sawah, Lengkong Kulon, Pagedangan, yang telah berhasil diterapkan:
1. Pilar Kesehatan: Meningkatkan Kesadaran Melalui Posyandu dan Posbindu PTM
Kegiatan kesehatan di Kampung Sawah dimulai dengan program Posyandu yang melayani ibu hamil, balita, hingga remaja. Inovasi seperti pembagian balon gratis dan program ASIK (ASI eksklusif) berhasil menarik minat warga untuk berpartisipasi. Selain itu, Posbindu PTM juga diperkenalkan untuk memfasilitasi pemeriksaan penyakit tidak menular bagi warga usia 15-59 tahun. Edukasi tentang gaya hidup sehat dan pemberian tablet tambah darah juga diadakan bagi remaja.
2. Pilar Pendidikan: Membangkitkan Minat Membaca dan Mendongeng
Pilar pendidikan dimulai dengan pendirian TK/PAUD Az-Zahra, berfokus pada pendidikan usia dini. Melalui sumbangan gerobak baca dari Astra, anak-anak diajak gemar membaca buku untuk memperkaya pengetahuan. Selama pandemi, orang tua diberdayakan sebagai pendongeng bagi anak-anak mereka. Pelatihan mendongeng bagi orang tua juga diselenggarakan untuk mendukung metode pendidikan ini. Saat kondisi sudah normal, kegiatan pembelajaran tatap muka kembali diaktifkan dengan berbagai fasilitas belajar.
3. Pilar Lingkungan: Eduwisata dan Pemanfaatan Lahan Terbatas
Pemberdayaan lingkungan dilakukan dengan memanfaatkan sebagian lahan wakaf sebagai Kebun Sabilulungan, tempat bercocok tanam dan pembiakan ikan. Program ini tidak hanya untuk penghijauan tetapi juga sebagai sarana eduwisata, terutama bagi anak-anak yang belajar langsung tentang lingkungan dan budidaya. Kampanye bercocok tanam dan memanen hasil kebun diperkenalkan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap alam sejak dini.
4. Pilar Kewirausahaan: Budidaya dan Beternak sebagai Peluang Ekonomi
Kewirausahaan di Kampung Sawah dijalankan oleh Karang Taruna melalui budidaya ikan nila, udang lobster, dan ternak ayam kampung. Mereka belajar secara mandiri melalui internet dan YouTube. Pemanfaatan sisa makanan dapur untuk pakan ayam menjadi inovasi yang efisien dan ramah lingkungan. Program ini tidak hanya menciptakan peluang ekonomi tetapi juga mengurangi limbah makanan.
Keempat pilar ini berhasil diterapkan dengan baik di Kampung Sawah, menjadikan kampung tersebut sebagai contoh pengembangan berkelanjutan dan mandiri.
Dipilihnya jenis ayam kampung sebagai hewan ternak karena lebih tahan terhadap penyakit. Begitu seperti dijelaskan Kang Indra, seorang pemuda Karang Taruna Kampung Sawah.
Untuk pakan udang lobster dan ikan nila diberikan pelet seperti pada umumnya. Tempat budidaya ikan nila dan udang lobster serta peternakan ayam kampung ini terbuka untuk umum dan bisa dilihat siapa saja.
Gabungan Pilar Lingkungan dan Wirausaha menjadi Eduwisata
Kegiatan budidaya hewan air dan ternak ayam di Kampung Sawah secara perlahan menarik perhatian sekolah-sekolah dari luar daerah sebagai lokasi eduwisata. Menurut Ibu Yuli, tempat ini sering menjadi tujuan kunjungan edukatif bagi siswa TK/PAUD dan SD untuk belajar tentang penghijauan lingkungan.
Kunjungan berbayar ini biasanya dimulai dari Kebun Sabilulungan, diikuti dengan berjalan kaki ke area budidaya ikan nila, udang lobster, dan peternakan ayam. Di sana, anak-anak juga bisa merasakan pengalaman langsung dengan menangkap ikan nila di kolam, memberikan pembelajaran yang menyenangkan tentang alam dan lingkungan. Eduwisata seperti ini telah menjadi program rutin yang menarik bagi banyak sekolah, menawarkan pengalaman belajar yang menyatu dengan alam di Kampung Sawah, Lengkong Kulon, Tangerang.
Strategi Menjual Hasil Budidaya dan Ternak: Meningkatkan Pendapatan dengan Pemanfaatan Optimal Produk Pertanian dan Peternakan
Kegiatan di Kampung Sawah Lengkong Kulon, Pagedangan, bukan hanya berfungsi sebagai eduwisata, tetapi juga sebagai sumber penghasilan melalui penjualan hasil budidaya hewan air dan ternak ayam. Pendapatan dari penjualan ini digunakan untuk membeli benih ikan baru, menjaga siklus budidaya tetap berkelanjutan. Pasar hasil budidaya ini terbuka untuk umum, baik warga setempat maupun luar kampung.
Pemanfaatan lahan secara produktif telah menumbuhkan semangat kewirausahaan di tengah masyarakat. Setelah terpukul oleh pandemi selama dua tahun, warga Kampung Sawah mulai bangkit dan mengeksplorasi berbagai peluang usaha dari sumber daya yang ada.
Sebagai pemimpin KBA Lengkong Kulon, Ibu Yuli Sulastri menginspirasi banyak pihak dengan kebijaksanaannya, didukung oleh Ibu Nining, Kang Indra, dan para pemuda Karang Taruna. Berkat usaha kolektif ini, Kampung Sawah Lengkong Kulon masuk nominasi SATU Indonesia Awards sebagai penggerak Kampung Berseri Astra pada tahun 2021.